Evaluating the Cigarette Excise Moratorium through Qawāʿid Fiqhiyyah

Authors

  • Riki Maulana Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Hasan Bisri Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Muhammad Fauzan Januri Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Agung Pardini Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Cigarette Excise Moratorium, Cigarette Industry, Qawa'id Fiqhiyyah

Abstract

The government’s moratorium on cigarette excise tax increases reflects a persistent policy tension between maintaining economic stability and safeguarding public health. While the tobacco industry contributes significantly to state revenue and employment, its widespread consumption generates serious long-term health and social harms. This study employed a qualitative normative approach with a descriptive-analytical design. Data were derived from secondary sources, including government reports, academic literature, and classical as well as contemporary Islamic legal texts. The analysis was grounded in al-qawāʿid al-khamsah and their derivative legal maxims to assess the balance between maṣlaḥah and mafsadah. The findings indicate that the moratorium produces short-term economic benefits, including industrial stability, employment protection, and sustained fiscal revenue. However, it also leads to more significant long-term harms, such as increased cigarette consumption, patterns of isrāf, and rising public health burdens. From the perspective of qawāʿid fiqhiyyah, these harms outweigh the benefits when the policy is not accompanied by mitigating measures. This study concludes that a more balanced policy is required through gradual excise tax increases combined with transitional support for affected stakeholders, public health initiatives, and the development of alternative economic sectors. Such an approach aligns with the objectives of maqāṣid al-sharīʿah, particularly the protection of life and wealth, and offers a more sustainable and ethically grounded policy framework.

References

Afdhal, A., Fakhrurozi, M., Syamsurizal, S., Zulfikri, R. R., Mursal, M., Jauhari, B., Syaipudin, M., & Saidy, E. N. (2024). Sistem Ekonomi Islam. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Ahmad, U. S., Harahap, M. Y., Sugiono, S., & Nurasiah, N. (2025). Kaidah Lā Ḍarar wa Lā Ḍirār sebagai Instrumen Normatif dalam Pembatasan Pemanfaatan Sumber Daya Alam. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 5(3), 617–632.

Ahsan, A., Wiyono, N. H., & Veruswati, M. (2020). Kajian Kebijakan Amandemen UU No. 39/2007 dan Reformasi Kebijakan Cukai di Indonesia. Depok: UI Publishing.

Al-Quran Kementerian Agama RI. (2015). Alquran dan Terjemahannya. Lanjah Pentashihan Mushaf Al-Quran.

Arifuddin, Q., Riswan, R., HR, M. A., Bulkis, B., Latif, A., Salma, S., Hasnawati, H., Hidayat, A. A., & Indah, N. (2025). Metodologi Penelitian Hukum. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

As-Suyuthi, J. (1958). Al-Asybah wa an-Nazha`ir. Dar al-Fikr.

Aulana, M. S., Salsabila, A., Hardini, F. D., Aji, A. W., & Putra, A. A. (2025). Kegagalan sistem perpajakan dalam menekan peredaran rokok ilegal di indonesia. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Perpajakan (Bijak), 7(1), 71–79.

Chabiba, O., & Sa’diyah, D. L. (2021). Analisis Maqasid Syariah dan Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Ijtihad Muhammadiah dalam Fatwa Tentang Haram Rokok. Muslim Heritage, 6(1).

Cukai, K. K. D. J. B. dan. (2025). Penerimaan Bea Cukai Tahun 2024 Tumbuh Positif. Media Center Direktoran Jenderal Bea dan Cukai. https://www.beacukai.go.id/berita/penerimaan-bea-cukai-tahun-2024-tumbuh-positif.html?

Dilvih, D. (2024). Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai Terhadap Harga Saham Pada PT Sampoerna Tbk Periode 2018-2022. IAIN Parepare.

Djasuli, M., Amalia, S. Y., Ayu, D. R., & Hasanah, F. (n.d.). Cigarette Tax Dilemma: Suppressing Consumption Or Harming Tobacco Farmers Dilema Pajak Rokok: Menekan Konsumsi Atau Merugikan Petani Tembakau.

Djazuli, H. . (2019). Kaidah-kaidah Fikih: Kaidah-kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah yang Praktis. Kencana.

Firmanto, T., Sufiarina, S., Reumi, F., & Saleh, I. N. S. (2024). Metodologi Penelitian Hukum: Panduan Komprehensif Penulisan Ilmiah Bidang Hukum. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Handayani, A. (2020). Struktur Modal Perusahaan Rokok di Indonesia. Accounting and Management Journal, 4(2), 95–104.

Helim, A. (2025). Kaidah Kemudaratan Harus Dihilangkan: Analisis Teoritis Dan Aplikatif Dalam Hukum Islam Kontemporer. AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(6), 767–776.

Hilal, S. (2013). Qawâ ‘Id Fiqhiyyah Furû ‘Iyyah Sebagai Sumber Hukum Islam. Al-’Adalah, 10(2), 141–154.

Julian, D., Putra, D. A., & Aulia, S. (2025). Efektivitas Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan Bagi Perokok Ditinjau Dari Maqashid Syariah (Studi kasus Kecamatan Curup Timur). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup.

Kamilia, T. N. (2023). Hukum Rokok dalam Tinjauan Islam. Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies, 1(2), 83–90.

Kemenperin. (2017). Kontribusi Besar Industri Hasil Tembakau bagi Ekonomi Nasional. Kemenperin.go.id

Kurniawan, F. (2020). Rgensi Meratifikasi Framework Convention On Tobacco Control (Fctc) Dalam Upaya Pengendalian Konsumsi Tembakau Di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 3.

Marbun, F. K. (2025). Kebijakan Cukai Rokok Sebagai Instrumen Fiskal: Studi Kualitatif Tentang Dampak Konsumsi Dan Penerimaan Negara Di Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Dan Studi Kebijakan (JIASK), 7(2), 171–182.

Mirnawati, S. K. M., Simatupang, I. A., Ked, M., PK, S., Adi, R., PD, S., Ma’rifah, S., S ST, M. K. M., Agustiawan, M. K. M., & Rahmadinie, A. (n.d.). Dampak dan Upaya Berhenti Merokok. wawasan Ilmu.

Mukhtarom, I. (2021). Industri Rokok MasihJadi Prioritas Pemerintah. Tempo.Co. https://bisnis.tempo.co/read/239214/industri-rokok-ma-sih-jadi-prioritas-pemerintah

Nabilah, I. Z., & Addainuri, M. I. (2025). Peran Pemerintah dalam Menyeimbangkan Subsidi Sebagai Kebijakan Fiskal Untuk Mendukung Perekonomian Tiga Sektor. Jurnal Manajemen Ekonomi Dan Bisnis, 1(2).

Negara, M. A. (2024). Talfīq Mażhab dan Kebutuhannya dalam Fatwa Kontemporer (Telaah atas Pandangan Wahbah al-Zuhailī). BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(2), 343–358.

Nurdiyanto, I., Musyahid, A., & Akmal, A. M. (2025). Kaidah Terkait Mafsadat yang Saling Berhadapan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1).

Organization, W. H. (2023). WHO report on the global tobacco epidemic.

Putri, A. S., Maharani, R. W., Puspitasari, D., & Oktafia, R. (2024). Peran Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Berbasis Prinsip Syariah. Economics And Business Management Journal (EBMJ), 3(01), 210–219.

Rachmat, M. (2010). Pengembangan ekonomi tembakau nasional: Kebijakan negara maju dan pembelajaran bagi Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 8(1), 67–83.

Rafsanjani, H. (2018). Kaidah-Kaidah Fiqh (Qawâ id Al-Kulliyah) tentang Keuangan Syariah. MAQASID, 7(2).

Rampai, B. (2021). Menuju Optimalisasi Pengendalian Konsumsi Tembakau di Indonesia.

Sadri, F. (2012). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Hukum Merokok. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Santoso, R. (2016). Dilema Kebijakan Pengendalian Tembakau di Indonesia. Kajian, 21(3), 201–219.

Setiadi, O. (2025). Paradigma Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Prinsip Halal Dan Tayyib. International Journal Mathla’ul Anwar of Halal Issues, 5(1), 97–105.

Sumarno, S. B., & Kuncoro, M. (2002). Struktur, Kinerja, dan Kluster Industri Rokok Kretek: Indonesia, 1996-1999. Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB), 18(1).

Umami, S., Rizman, I. A., & Putra, R. A. (2025). Penerapan Prinsip Fiqih Siyasah dalam Kepemimpinan Modern: Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer. Equality: Law and Social, 1(1), 27–33.

Usman, R. (2025). Dilema Pekerja di Industri Tembakau, Kejar Cuan dan Resiko Kesehatan. https://jelajahekonomi.kontan.co.id/ekonomi-tembakau/news/dilema-pekerja-di-industri-tembakau-kejar-cuan-dan-risiko-kesehatan?

Yaqin, A., Ridho, M. I., & Uluf, W. T. (2025). Dinamika Sosial-Ekonomi Petani Tembakau Di Indonesia: Studi Kesejahteraan Dan Keberlanjutan. I’THISOM: Jurnal Ekonomi Syariah, 4(1), 574–584.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Maulana, R., Bisri, H., Januri, M. F., & Pardini, A. (2026). Evaluating the Cigarette Excise Moratorium through Qawāʿid Fiqhiyyah. KEDJATI Journal of Islamic Civilization, 3(1), 1-18. https://jurnal.kedjati.com/index.php/kedjati/article/view/79